Meditasi

Posted: April 29, 2013 in Perjalanan

Meditasi adalah sala satu cara yang kadang-kadang harus dilakukan. dalam meditasi seseorang bisa lebih mengenal diri, dan mendekatkan dengan Sang Pencipta.

Saat meditasi pula seseorang bisa menghilangkan sisi negatif yang menghambat kebahagiaan. sisi negatif tersebut seperti iri, dengki, rasa bangga yang berlebihan, dan egois. 

dalam meditasi seseorang bisa membentuk kepribadian yang diharapkan. terkadang untuk mengawali meditasi seseorang akan mengalami kesulitan dalam mencari waktu yang tepat, namun bagi orang yang baru memulai sebaiknya melakukannya saat malam hari sebelum tidur. ataupun bisa bangun dimalam hari setelah salat malam, ataupun kegiatan lainnya yang membuat pikiran lelah. karena setelah bermeditasi seseorang akan fit dan bersemangat kembali.

Raimuna adalah salasatu Unit Kegiatan Mahasiswa yang berada di Stikom bandung. UKM ini mempunyain fokus kegiatan di Alam dan dunia sosial. setiap anggota akan dilatih mempunyai kedisiplinan, toleransi, keberanian, dan ketenangan dalam menghadi kehidupan.

Proses untuk menjadi anggota sebanyak lima tahapan diantaranya pradiksar, diksar, mabim, sesien, dan sidang.

Hari ini saya akan berkonsentrasi menghadapi sidang tersebut. tahapan akhir yang menentukan saya menjadi anggota atau tidak. cukup takut dan grogi, karena kebimbangan dan ketakutan akan tidak menguasai materi bercampur dengan rasa senang akan diterima menjadi keluarga resmi raimuna. penyidang hari ini sejumlah 4 orang diantaranya 3 dewanpengurus, dan 1 dewan alumini.

dalam proses ini, calon keluarga akan diajarkan bagaimana kerasnya kehidupan, dan bagaimana cara menyikapi agar tidak termakan oleh impian. impian memang hal yang penting, namun pada saat impian terlalu mendominasi kehidupan makan akan menajdi bomerang. kita juga tahu, banyak sekali orang yang menjadi gila dan tidak berprikemanusiann karena sebuah mimpi.

para pejabat yang bermimpi menjadi orang kaya yang penuh kemewan, dan akhirnya mengambil jalan pintas dengan korupsi. banyak juga anak-anak yang banyak mengambil kegiatan hanya karena sebuah mimpi mendapatkan pekerjaan yang layak, namun di sisi lain ia tidak memperhatikan keadaan fisiknya. yang menyebabkan selalu jatuh sakit.

  1.  Keluarganya tidak menyukai hubungan yang dijalani, jadi bagi anda yang memang menginginkan hubungan yang serius, buatlah keluarga wanita menyukai anda.
  2. Wanita merasa tidak diutamakan, walaupun anda banyak kesibukan dengan pekerjaan ataupun tugas-tugas. tapi tetap berusahalah agar wanita merasa tetap diutamakan. dalam kesibukan komunikasikanlah keadaan anda.
  3. Wanita sudah meragukan kejujuran anda, jadi jangan pernah berbohong sekalipun. karena sekali anda berbohong, wanita akan selamanya tidak mempercayai anda.
  4. Wanita merasa anda terlalu banyak kekurangan, memang sulit untuk poin yang ini. tapi bagaimanapun keadaannya imbangilah kekurangan anda dengan menonjolkan kelebihan anda. yang membuat anda berbeda dengan yang lainnya.
  5. Sifat anda yang tidak seperti dulu lagi, waktu memang sering sekali bisa merubah sifat seseorang tapi komunikasi harus tetap berjalan lancar. jangan menganggap perhatian non verbal sudah cukup, tapi biasakan tetap menjaga bahasa verbal.
  6. kehidupan yang dijalani terlalu monoton, walaupun sifat jangan berubah, tapi keseharian yang dijalani harus ada variasi dan berwarna.

Amanat UU No 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD pasal 15 ayat (1e) yakni mengkoordinasikan anggota MPR untuk memasyarakatkan UUD. Menyebutkan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terdapat kesepakatan yang disebut sebagai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

Nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar Negara dan ideologi nasional, harus dijadikan sebagai landasan pokok/fundamental bagi penyelenggaraan Negara Indonesia. Yang mana didalamnya terkandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, krakyatan, dan nilai keadilan.
Jelas dikandung bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religious bukan bangsa yang ateis. Juga mengakui adanya kebebasan dalam memeluk agama, dan menghormati kemerdekaan beragama.
Kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu dengan semestinya. Kemudian, nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan menyangkut system pemerintahan dari rakyat,oleh rakyat, dan untuk rakyat.Yang menjadi tujuan Negara ini adalah mencapai keadilan bagi seluruh rakyat. Dimana masyarakat yang adil dan makmur. Kemudian, tujuan juga tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia

 

Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadi tujuan khusus bangsa. Dengan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Tentunya, bangsa ini terbentuk atas wilayah, penduduk, pemerintahan, dan adanya pengakuan dari Negara lain. Sehingga menjadi NKRI. Demi NKRI apapun akan kita lakukan. Menjadi hal pokok yang harus dipertahankan,Sementara keberagaman yang menjadi kekayaan dan pemersatu bangsa ini diikat dalam Bhineka Tunggal Ika.

  1. A.    HAKIKAT

Penggunaan bahasa inilah, yakni seperangkat symbol yang mewakili suatu objek, peristiwa, atau gagasan, yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dan bahasa ini pulalah, sebagai suatu sitem lambing, yang punya peran terpentingdalam pembentukan, pemeliharaan, atau pengembangan budaya di kalangan manusia. KOmunikasi manusia itu unik berkat kemampuan manusia yang istimewa untuk menciptakan dan menggunakan lambang-lambang, sehingga dengan kemampuan ini manusia dapat berbagi pengalaman orang lain.

Ringkasnya, kata kunci yang membedakan komunikasi manusia dengan komunikasi hewan (dan atau tanaman) adalah makna. KOmunikasi manusia bermakna (meaningful) – penuh dengan makna.. KOmunikasi hewan tidak demikian, apalagi komunikasi tumbuhan.

 

  1. A.    Dimensi konseptual Dance Yang mendasari definisi-definisi komunikasi

1)      Dimensi Pertama

Tingkat observasi ( level of observation), atau derajat keabstrakannya. Misalnya, definisi komunikasi sebagai “proses yang menghubungkan satu sama lain bagian-bagian terpisah dunia kehidupan” adalah terlalu umum, sementara komunikasi sebagai “alat untuk mengirim pesan militer, perintah, dan sebagainya lewat telepon, telegraf, radio, kurir, dan sebagainya” terlalu sempit

 

2)      Dimensi Kedua

Kesengajaan (intentionality). Sebagian definisi mencakup hanya pengiriman dan penerimaaan pesan yang disengaja; sedangkan sebagian definisi lainnya tidak menuntuk syarat ini. Contoh definisi yang mensyaratkan kesengajaan ini dikemukakan Gerald R. Miller, yakni komunikasi sebagai “situasi-situasi yang memungkinkan suatu sumber mentaransmisikan suatu pesan kepada seorang penerima dengan disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.” Sedangkan definisi komunikasi yang mengabaikan kesengajaan adalah definisi yang dinyatakan Alex Gode, yakni”suatu proses yang membuat sama bagi dua orang atau lebih apa yang tadinya merupakan monopoli seseorang atau sejumlah orang.”

 

3)      Dimensi Ketiaga

Penilaian normatif. Sebagian definisi, meskipun secara implicit, menyertakan keberhhasilan atau kecermatan; sebagian lainnya tidak seperti itu. Definisi komunikasi John B. Hoben, misalnya mengasumsikan bahwa komunikasi itu (harus) berhasil: “Komunikasi adalah pertukaran verbal pikiran atau gagasan.” Asumsi di balik definisi tersebut adalah bahwa suatu pikiran atau gagasan secara berhasil dipertukarkan.

 

  1. B.     DEFINISI
  • Perilaku Komunikasi Menurut Pandangan Littlejohn
  1. Komunikasi harus terbatas pada pesan yang secara sengaja diarahkan kepada orang lain dan diterima oleh mereka.
  2. Komunikasi harus mencakup semua perilaku yang bermakna bagi penerima, apakah di sengaja ataupun tidak.
  3. Komunikasi harus mencakup pesan-pesan yang dikirimkan secara sengaja, namun sengaja ini sulit untuk ditentukan.

 

  • Definisi Komunikasi Menurut Tubbs dan Moss

Komunikasi adalah proses penciptaan makna antara dua orang (komunikator 1 dan komunikator 2) atau lebih.

 

  • Definisi Komunikasi Menurut Gudykunst dan Kim

Komunikasi adalah proses transaksional, simbolik yang melibatkan pemberian makna antara orang-orang (dari budaya yang berbeda)

 

  • Definisi Komunikasi Menurut Pace dan Faules

Terdapat dua bentuk umum tindakan yang dilakukan orang yang terlibat dalam komunikasi, yaitu penciptaan pesan dan penafsiran pesan.

 

 

 

 

  •  Tiga Konseptual Komunikasi
  1. Komunikasi sebagai tindakan satu-arah

Komunikasi yang mengisyaratkan penyampaian pesan searah dari seseorang (atau suatu lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang) lainnya, baik secara langsung ataupun melalui media.

ü  Definisi yang sesuai dengan konsep ini sala satunya diungkapkan oleh Harold Lasswell :Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?” Atau Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana?

  • Berdasarkan definisi Lasswell ini dapat diturunkan lima unsur komunikasi yang saling bergantung satu sama lain, yaitu:

1. Sumber (source)

2. Pengirim (sender)

3. Penyandi (encoder)

4. komunikatior (communicator)

5. Pembicara (speaker)

 

  1. Komunikasi sebagai interaksi

Konseptualisasi kedua yang sering diterapkan pada komunikasi adalah interaksi. Dalam arti sempit interaksi berarti saling mempengaruhi (mutual influence).

Pandangan Komunikasi sebagai interaksi menyetarakan komunikasi dengan proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantian.

 

  1. Komunikasi sebagai treansaksi

Dua orang atau beberapa orang yang berkomunikasi saling bertanya, berkomentar, meneyala, mengangguk, menggeleng, mendehem, mengangkat bahu, memberi isyarat tangan, tersenyum, tertawa, menatap, dan sebagainya, sehingga proses penyandian (encoding) dan penyandian-balik (decoding) bersipat spontan dan simultan di antara orang-orang yang terlibat dalam komunikasi.

Dalam komunikasi transaksional, komunikasi dianggap telah berlangsung bila seseorang telah menafsirkan perilaku orang lain, baik perilakau verbal ataupun nonverbal.

 

  1. C.    KONTEKS KOMUNIKASI

Komunikasi tidak berlangsung dalam ruang hampa-sosial, melainkan dalam konteks atau situasi tertentu. Secara luas konteks di sini berarti semua faktor di luar orang-orang yang berkomunikasi, yang terdiri dari:

 

Pertama, aspek bersifat fisik seperti iklim, cuaca, suhu udara, bentuk ruangan, warna dinding, penataan tempat duduk, jumlah peserta komunikasi, dan alat yang tersedia untuk menyampaikan pesan;

Kedua, aspek psikologis, seperti: sikap, kecenderungan, prasangka, dan emosi para peserta komunikasi;

Ketiga, aspek sosial, seperti: norma kelompok, nilai sosial, dan karakteristik budaya;

Keempat, aspek waktu, yakni kapan berkomunikasi (hari apa, jam berapa, pagi, siang, sore, malam)

  1. A.    PERTANYAAN SPESIFIK
  • “Apa yang mendorong kita berkomunikasi?”
  • “Manfaat-manfaat apa yang kita peroleh dari komunikasi?”
  • “Sejauh mana komunikasi memberikan andil kepada kepuasan kita?”
  • “Bagaimana faktor-faktor seperti citra-diri, pengalaman kita, situasi komunikasi, dan orang yang menjadi mitra komunikasi mempengaruhi kita?”
  • “Kendala-kendala apa sajakah yang menghalangi kita untuk berkomunikasi?”
  1. B.     FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI MENURUT PAKAR KOMUNIKASI
  • Menurut Thomas M. Scheidel

Kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas-diri, untuk membangun kontak social dengan orang di sekitar kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, atau berperilaku seperti yang kita inginkan

  • Menurut Gordon I. Zimmerman et al

Tujuan komunikasi dibagi menjadi dua kategori. Pertama, kita berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita – untuk memberi makan dan pakaian kepada diri-sendiri, memuaskan kepenasaran kita akan lingkungan, dan menikmati hidup. Kedua, kita berkomunikasi untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain

  • Menurut Rudolf F. Verderber

Komunikasi mempunyai dua fungsi. Pertama, fungsi social, yakni untuk tujuan kesenangan, untuk menunjukan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan. Kedua, fungsi pengambilan keputusan, yakni memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada saat tertent, seperti: apa yang akan kita makan pagi hari, apakah kita akan kuliah atau tidak, bagaimana belajar menghadapi tes.

 

 

 

 

 

  • Menurut Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson

Komunikasi mempunyai dua fungsi umum. Pertama, untuk kelangsungan hidup diri-sendiri yang meliputi: keselamatan fisik, meningkatkan kesadaran pribadi, menampilkan diri kita sendiri kepada orang lain dan mencapai ambisi pribadi. Kedua, untuk kelangsungan hidup masyarakat, tepatnya untuk memperbaiki hubungan sosial dan mengembangkan keberadaan suatu masyarakat.

  • Menurut William I.Gordon

Komunikasi mempunyai empat fungsi menurut kerangka yang dikemukakan, yakni:

  1. Komunikasi sosial

Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi-diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain.

 

  1. Komunikasi ekspresif

Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrument untuk menyampaikan perasaan-perasaan  (emosi) kita.

 

  1. Komunikasi ritual

Komunikasi rutual bertujuan untuk komitmen mereka kepada tradisi keluarga, komunitas, suku, bangsa, negara, ideology, atau agama mereka.

 

  1. Komunikasi instrumental

Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum: menginformasikan, mengajak, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau menggerakan tindakan, dan juga menghibur.

Setelah saya membaca tentang sejarah penyiaran dunia dan sedikitnya sejarah di Indonesia, yang tentunya sejarah yang sangat panjang dan berkesan. Agar sejarah lebih mudah dipahami saya menyusun sejarah tersebut berdasarkan tahun. Berikut hasil yang saya dapatkan yang dimulai dari tahun 1876 sampai 1995.

 

1876                    George Carey menciptakan Selenium Camera yang digambarkan

dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik

Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan  gelombang        sinar

dalam

tabung hampa itu dinamakan sebagai Sinar Katoda.

1884                    Prinsip televise dikemukakan oleh Paul Nipkow dari Jerman

1887                    Heinrich Hertz berhasil mengirim dan menerima

gelombang radio.

1874-1937            Gunglielmo Marconi Dari Italia sukses yang suskses

mengirimkan sinyal morse berupa titik dan garis dari sebuah pemancar kepada suatu alat penerima.

Sinyal yang dikirimkan Marconi itu berhasil menyebrangi Samudra Atlantik Pada tahun 1901 dengan menggunakan gelombang elektromagnetik.

1888                     Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan

cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan

baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan

sebagai layar 60 tahun kemudian.

1897                     Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan oleh

ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT

dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang

menjadi cikal bakal televisi layar tabung.

1900                     Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin

Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of

Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia

di Paris.

1907                     Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan

terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim

gambar.

1909                     Peran Radion dalam menyampaikan pesan mulai diakui.

1920                     Stasiun pertama yang sekarang diberi nama KDKA muncul ketika seorang ahli teknik bernama Frank Conrad di Pittsbrugh AS secara iseng-iseng sebagai bagian hobi, membangun sebuah pemancar di garasi rumahnya.

 

1923                     Vladimir Kozma Zworykin, mendaftarkan paten atas namanya untuk penemuannya, kinescope, televisi tabung pertama di dunia.

1926                     Pesawat Radio untuk pertama kalinya menggunakan

listrik rumah tangga dan menggunakan dua knop untuk

mencari signal, setelah diperbaiki kualitasnya oleh

perusahaan manufaktur Radio.

1926                     Perusahaan Natonal Broadcasting Company (NBC)

Pertama kali membangun jaringan yang menawarkan

Program kepada bagian stasiun radio diberbagai wilayah

Yang tersedia menjadi anggota jaringan sehingga satu

sama lain terhubung membentuk jaringan.

1927                    Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat

mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21

tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi

dasar kerja televisi.

1928                    Vladimir Zworkyn menemukan tabung kamera atau

Iconoscope bekerja mengubah gambar optis kedalam

sinyal elektronis untuk selanjutnya diperkuat dan

ditumpangkan kedalam gelombang radio.

1930                    Edwind Howard Armstrong, berhasil menemukan radion

Yang menggunakan Frekuensi Modulasi(FM)

1939                    Zworkyn dengan bantuan Philo Farnsworth berhasil

Menciptakan pesawat televise pertama yang ditunjukan

Kepada umum pada pertemuan World’s Fair.

1939                    untuk pertama kalinya, sebuah pemancar televise

dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Dengan demikian,

dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara

visual.

1940                    Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan

resolusi mencapai 343 garis.

1945                    terdapat stasiun televise dan 8000 pesawat televise

 

1950                    Pesawat televise berwarna mulai diperkenalkan kepada

Public.

1956                    Ampex Corporation berhasil mengembangkan videotape

Sebagai saran yang murah dan efiseien untuk menyimpan

Suara dan gambar program televisi.

1956                    Robert Adler kelahiran Amerika Serikat bersama rekannya

Eugene Polley, menemukan remote control televisi.

1960                    Radio FM baru muncul dikalangan masyarakat.

1960                    hampir seluruh program yang pada awalnya disiarkan

Secara langsung, diubah dan disimpan dalam videotape.

1962                    Televisi Republik Indonesia (TVRI) lahir dan untuk

pertama kalinya beroperasi.

1963                    TVRI mulai menayangkan iklan seiring dengan

ditetapkannya TVRI sebagai televisi berbadan hukum

yayasan melalui keputusan presiden RI nomer 215 tahun

1963.

1981                    dengan berbagai alasan politis TVRI tidak diijinkan lagi

menayangkan iklan.

1988                    TVRI mulai mendapat teman dalam penyiaran di

Indonesia. Pemerintah telah mulai mengijinkan televisi

swasta beroperasi di Indonesia, RCTI

1989                    Munculnya stasiun swasta SCTV.

1990                    Munculnya stasiun swasta TPI.

1993                    Munculnya stasiun swasta ANTV.

1995                    Munculnya stasiun swasta INDOSIAR.

 

 

SUMBER REFRENSI