Meditasi

Posted: April 29, 2013 in Perjalanan

Meditasi adalah sala satu cara yang kadang-kadang harus dilakukan. dalam meditasi seseorang bisa lebih mengenal diri, dan mendekatkan dengan Sang Pencipta.

Saat meditasi pula seseorang bisa menghilangkan sisi negatif yang menghambat kebahagiaan. sisi negatif tersebut seperti iri, dengki, rasa bangga yang berlebihan, dan egois. 

dalam meditasi seseorang bisa membentuk kepribadian yang diharapkan. terkadang untuk mengawali meditasi seseorang akan mengalami kesulitan dalam mencari waktu yang tepat, namun bagi orang yang baru memulai sebaiknya melakukannya saat malam hari sebelum tidur. ataupun bisa bangun dimalam hari setelah salat malam, ataupun kegiatan lainnya yang membuat pikiran lelah. karena setelah bermeditasi seseorang akan fit dan bersemangat kembali.

Raimuna adalah salasatu Unit Kegiatan Mahasiswa yang berada di Stikom bandung. UKM ini mempunyain fokus kegiatan di Alam dan dunia sosial. setiap anggota akan dilatih mempunyai kedisiplinan, toleransi, keberanian, dan ketenangan dalam menghadi kehidupan.

Proses untuk menjadi anggota sebanyak lima tahapan diantaranya pradiksar, diksar, mabim, sesien, dan sidang.

Hari ini saya akan berkonsentrasi menghadapi sidang tersebut. tahapan akhir yang menentukan saya menjadi anggota atau tidak. cukup takut dan grogi, karena kebimbangan dan ketakutan akan tidak menguasai materi bercampur dengan rasa senang akan diterima menjadi keluarga resmi raimuna. penyidang hari ini sejumlah 4 orang diantaranya 3 dewanpengurus, dan 1 dewan alumini.

dalam proses ini, calon keluarga akan diajarkan bagaimana kerasnya kehidupan, dan bagaimana cara menyikapi agar tidak termakan oleh impian. impian memang hal yang penting, namun pada saat impian terlalu mendominasi kehidupan makan akan menajdi bomerang. kita juga tahu, banyak sekali orang yang menjadi gila dan tidak berprikemanusiann karena sebuah mimpi.

para pejabat yang bermimpi menjadi orang kaya yang penuh kemewan, dan akhirnya mengambil jalan pintas dengan korupsi. banyak juga anak-anak yang banyak mengambil kegiatan hanya karena sebuah mimpi mendapatkan pekerjaan yang layak, namun di sisi lain ia tidak memperhatikan keadaan fisiknya. yang menyebabkan selalu jatuh sakit.

  1.  Keluarganya tidak menyukai hubungan yang dijalani, jadi bagi anda yang memang menginginkan hubungan yang serius, buatlah keluarga wanita menyukai anda.
  2. Wanita merasa tidak diutamakan, walaupun anda banyak kesibukan dengan pekerjaan ataupun tugas-tugas. tapi tetap berusahalah agar wanita merasa tetap diutamakan. dalam kesibukan komunikasikanlah keadaan anda.
  3. Wanita sudah meragukan kejujuran anda, jadi jangan pernah berbohong sekalipun. karena sekali anda berbohong, wanita akan selamanya tidak mempercayai anda.
  4. Wanita merasa anda terlalu banyak kekurangan, memang sulit untuk poin yang ini. tapi bagaimanapun keadaannya imbangilah kekurangan anda dengan menonjolkan kelebihan anda. yang membuat anda berbeda dengan yang lainnya.
  5. Sifat anda yang tidak seperti dulu lagi, waktu memang sering sekali bisa merubah sifat seseorang tapi komunikasi harus tetap berjalan lancar. jangan menganggap perhatian non verbal sudah cukup, tapi biasakan tetap menjaga bahasa verbal.
  6. kehidupan yang dijalani terlalu monoton, walaupun sifat jangan berubah, tapi keseharian yang dijalani harus ada variasi dan berwarna.

Amanat UU No 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD pasal 15 ayat (1e) yakni mengkoordinasikan anggota MPR untuk memasyarakatkan UUD. Menyebutkan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terdapat kesepakatan yang disebut sebagai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

Nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar Negara dan ideologi nasional, harus dijadikan sebagai landasan pokok/fundamental bagi penyelenggaraan Negara Indonesia. Yang mana didalamnya terkandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, krakyatan, dan nilai keadilan.
Jelas dikandung bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religious bukan bangsa yang ateis. Juga mengakui adanya kebebasan dalam memeluk agama, dan menghormati kemerdekaan beragama.
Kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu dengan semestinya. Kemudian, nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan menyangkut system pemerintahan dari rakyat,oleh rakyat, dan untuk rakyat.Yang menjadi tujuan Negara ini adalah mencapai keadilan bagi seluruh rakyat. Dimana masyarakat yang adil dan makmur. Kemudian, tujuan juga tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia

 

Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadi tujuan khusus bangsa. Dengan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Tentunya, bangsa ini terbentuk atas wilayah, penduduk, pemerintahan, dan adanya pengakuan dari Negara lain. Sehingga menjadi NKRI. Demi NKRI apapun akan kita lakukan. Menjadi hal pokok yang harus dipertahankan,Sementara keberagaman yang menjadi kekayaan dan pemersatu bangsa ini diikat dalam Bhineka Tunggal Ika.

  1. A.    HAKIKAT

Penggunaan bahasa inilah, yakni seperangkat symbol yang mewakili suatu objek, peristiwa, atau gagasan, yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dan bahasa ini pulalah, sebagai suatu sitem lambing, yang punya peran terpentingdalam pembentukan, pemeliharaan, atau pengembangan budaya di kalangan manusia. KOmunikasi manusia itu unik berkat kemampuan manusia yang istimewa untuk menciptakan dan menggunakan lambang-lambang, sehingga dengan kemampuan ini manusia dapat berbagi pengalaman orang lain.

Ringkasnya, kata kunci yang membedakan komunikasi manusia dengan komunikasi hewan (dan atau tanaman) adalah makna. KOmunikasi manusia bermakna (meaningful) – penuh dengan makna.. KOmunikasi hewan tidak demikian, apalagi komunikasi tumbuhan.

 

  1. A.    Dimensi konseptual Dance Yang mendasari definisi-definisi komunikasi

1)      Dimensi Pertama

Tingkat observasi ( level of observation), atau derajat keabstrakannya. Misalnya, definisi komunikasi sebagai “proses yang menghubungkan satu sama lain bagian-bagian terpisah dunia kehidupan” adalah terlalu umum, sementara komunikasi sebagai “alat untuk mengirim pesan militer, perintah, dan sebagainya lewat telepon, telegraf, radio, kurir, dan sebagainya” terlalu sempit

 

2)      Dimensi Kedua

Kesengajaan (intentionality). Sebagian definisi mencakup hanya pengiriman dan penerimaaan pesan yang disengaja; sedangkan sebagian definisi lainnya tidak menuntuk syarat ini. Contoh definisi yang mensyaratkan kesengajaan ini dikemukakan Gerald R. Miller, yakni komunikasi sebagai “situasi-situasi yang memungkinkan suatu sumber mentaransmisikan suatu pesan kepada seorang penerima dengan disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.” Sedangkan definisi komunikasi yang mengabaikan kesengajaan adalah definisi yang dinyatakan Alex Gode, yakni”suatu proses yang membuat sama bagi dua orang atau lebih apa yang tadinya merupakan monopoli seseorang atau sejumlah orang.”

 

3)      Dimensi Ketiaga

Penilaian normatif. Sebagian definisi, meskipun secara implicit, menyertakan keberhhasilan atau kecermatan; sebagian lainnya tidak seperti itu. Definisi komunikasi John B. Hoben, misalnya mengasumsikan bahwa komunikasi itu (harus) berhasil: “Komunikasi adalah pertukaran verbal pikiran atau gagasan.” Asumsi di balik definisi tersebut adalah bahwa suatu pikiran atau gagasan secara berhasil dipertukarkan.

 

  1. B.     DEFINISI
  • Perilaku Komunikasi Menurut Pandangan Littlejohn
  1. Komunikasi harus terbatas pada pesan yang secara sengaja diarahkan kepada orang lain dan diterima oleh mereka.
  2. Komunikasi harus mencakup semua perilaku yang bermakna bagi penerima, apakah di sengaja ataupun tidak.
  3. Komunikasi harus mencakup pesan-pesan yang dikirimkan secara sengaja, namun sengaja ini sulit untuk ditentukan.

 

  • Definisi Komunikasi Menurut Tubbs dan Moss

Komunikasi adalah proses penciptaan makna antara dua orang (komunikator 1 dan komunikator 2) atau lebih.

 

  • Definisi Komunikasi Menurut Gudykunst dan Kim

Komunikasi adalah proses transaksional, simbolik yang melibatkan pemberian makna antara orang-orang (dari budaya yang berbeda)

 

  • Definisi Komunikasi Menurut Pace dan Faules

Terdapat dua bentuk umum tindakan yang dilakukan orang yang terlibat dalam komunikasi, yaitu penciptaan pesan dan penafsiran pesan.

 

 

 

 

  •  Tiga Konseptual Komunikasi
  1. Komunikasi sebagai tindakan satu-arah

Komunikasi yang mengisyaratkan penyampaian pesan searah dari seseorang (atau suatu lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang) lainnya, baik secara langsung ataupun melalui media.

ü  Definisi yang sesuai dengan konsep ini sala satunya diungkapkan oleh Harold Lasswell :Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?” Atau Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana?

  • Berdasarkan definisi Lasswell ini dapat diturunkan lima unsur komunikasi yang saling bergantung satu sama lain, yaitu:

1. Sumber (source)

2. Pengirim (sender)

3. Penyandi (encoder)

4. komunikatior (communicator)

5. Pembicara (speaker)

 

  1. Komunikasi sebagai interaksi

Konseptualisasi kedua yang sering diterapkan pada komunikasi adalah interaksi. Dalam arti sempit interaksi berarti saling mempengaruhi (mutual influence).

Pandangan Komunikasi sebagai interaksi menyetarakan komunikasi dengan proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantian.

 

  1. Komunikasi sebagai treansaksi

Dua orang atau beberapa orang yang berkomunikasi saling bertanya, berkomentar, meneyala, mengangguk, menggeleng, mendehem, mengangkat bahu, memberi isyarat tangan, tersenyum, tertawa, menatap, dan sebagainya, sehingga proses penyandian (encoding) dan penyandian-balik (decoding) bersipat spontan dan simultan di antara orang-orang yang terlibat dalam komunikasi.

Dalam komunikasi transaksional, komunikasi dianggap telah berlangsung bila seseorang telah menafsirkan perilaku orang lain, baik perilakau verbal ataupun nonverbal.

 

  1. C.    KONTEKS KOMUNIKASI

Komunikasi tidak berlangsung dalam ruang hampa-sosial, melainkan dalam konteks atau situasi tertentu. Secara luas konteks di sini berarti semua faktor di luar orang-orang yang berkomunikasi, yang terdiri dari:

 

Pertama, aspek bersifat fisik seperti iklim, cuaca, suhu udara, bentuk ruangan, warna dinding, penataan tempat duduk, jumlah peserta komunikasi, dan alat yang tersedia untuk menyampaikan pesan;

Kedua, aspek psikologis, seperti: sikap, kecenderungan, prasangka, dan emosi para peserta komunikasi;

Ketiga, aspek sosial, seperti: norma kelompok, nilai sosial, dan karakteristik budaya;

Keempat, aspek waktu, yakni kapan berkomunikasi (hari apa, jam berapa, pagi, siang, sore, malam)

  1. A.    PERTANYAAN SPESIFIK
  • “Apa yang mendorong kita berkomunikasi?”
  • “Manfaat-manfaat apa yang kita peroleh dari komunikasi?”
  • “Sejauh mana komunikasi memberikan andil kepada kepuasan kita?”
  • “Bagaimana faktor-faktor seperti citra-diri, pengalaman kita, situasi komunikasi, dan orang yang menjadi mitra komunikasi mempengaruhi kita?”
  • “Kendala-kendala apa sajakah yang menghalangi kita untuk berkomunikasi?”
  1. B.     FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI MENURUT PAKAR KOMUNIKASI
  • Menurut Thomas M. Scheidel

Kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas-diri, untuk membangun kontak social dengan orang di sekitar kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, atau berperilaku seperti yang kita inginkan

  • Menurut Gordon I. Zimmerman et al

Tujuan komunikasi dibagi menjadi dua kategori. Pertama, kita berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita – untuk memberi makan dan pakaian kepada diri-sendiri, memuaskan kepenasaran kita akan lingkungan, dan menikmati hidup. Kedua, kita berkomunikasi untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain

  • Menurut Rudolf F. Verderber

Komunikasi mempunyai dua fungsi. Pertama, fungsi social, yakni untuk tujuan kesenangan, untuk menunjukan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan. Kedua, fungsi pengambilan keputusan, yakni memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada saat tertent, seperti: apa yang akan kita makan pagi hari, apakah kita akan kuliah atau tidak, bagaimana belajar menghadapi tes.

 

 

 

 

 

  • Menurut Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson

Komunikasi mempunyai dua fungsi umum. Pertama, untuk kelangsungan hidup diri-sendiri yang meliputi: keselamatan fisik, meningkatkan kesadaran pribadi, menampilkan diri kita sendiri kepada orang lain dan mencapai ambisi pribadi. Kedua, untuk kelangsungan hidup masyarakat, tepatnya untuk memperbaiki hubungan sosial dan mengembangkan keberadaan suatu masyarakat.

  • Menurut William I.Gordon

Komunikasi mempunyai empat fungsi menurut kerangka yang dikemukakan, yakni:

  1. Komunikasi sosial

Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi-diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain.

 

  1. Komunikasi ekspresif

Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrument untuk menyampaikan perasaan-perasaan  (emosi) kita.

 

  1. Komunikasi ritual

Komunikasi rutual bertujuan untuk komitmen mereka kepada tradisi keluarga, komunitas, suku, bangsa, negara, ideology, atau agama mereka.

 

  1. Komunikasi instrumental

Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum: menginformasikan, mengajak, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau menggerakan tindakan, dan juga menghibur.

Setelah saya membaca tentang sejarah penyiaran dunia dan sedikitnya sejarah di Indonesia, yang tentunya sejarah yang sangat panjang dan berkesan. Agar sejarah lebih mudah dipahami saya menyusun sejarah tersebut berdasarkan tahun. Berikut hasil yang saya dapatkan yang dimulai dari tahun 1876 sampai 1995.

 

1876                    George Carey menciptakan Selenium Camera yang digambarkan

dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik

Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan  gelombang        sinar

dalam

tabung hampa itu dinamakan sebagai Sinar Katoda.

1884                    Prinsip televise dikemukakan oleh Paul Nipkow dari Jerman

1887                    Heinrich Hertz berhasil mengirim dan menerima

gelombang radio.

1874-1937            Gunglielmo Marconi Dari Italia sukses yang suskses

mengirimkan sinyal morse berupa titik dan garis dari sebuah pemancar kepada suatu alat penerima.

Sinyal yang dikirimkan Marconi itu berhasil menyebrangi Samudra Atlantik Pada tahun 1901 dengan menggunakan gelombang elektromagnetik.

1888                     Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan

cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan

baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan

sebagai layar 60 tahun kemudian.

1897                     Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan oleh

ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT

dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang

menjadi cikal bakal televisi layar tabung.

1900                     Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin

Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of

Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia

di Paris.

1907                     Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan

terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim

gambar.

1909                     Peran Radion dalam menyampaikan pesan mulai diakui.

1920                     Stasiun pertama yang sekarang diberi nama KDKA muncul ketika seorang ahli teknik bernama Frank Conrad di Pittsbrugh AS secara iseng-iseng sebagai bagian hobi, membangun sebuah pemancar di garasi rumahnya.

 

1923                     Vladimir Kozma Zworykin, mendaftarkan paten atas namanya untuk penemuannya, kinescope, televisi tabung pertama di dunia.

1926                     Pesawat Radio untuk pertama kalinya menggunakan

listrik rumah tangga dan menggunakan dua knop untuk

mencari signal, setelah diperbaiki kualitasnya oleh

perusahaan manufaktur Radio.

1926                     Perusahaan Natonal Broadcasting Company (NBC)

Pertama kali membangun jaringan yang menawarkan

Program kepada bagian stasiun radio diberbagai wilayah

Yang tersedia menjadi anggota jaringan sehingga satu

sama lain terhubung membentuk jaringan.

1927                    Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat

mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21

tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi

dasar kerja televisi.

1928                    Vladimir Zworkyn menemukan tabung kamera atau

Iconoscope bekerja mengubah gambar optis kedalam

sinyal elektronis untuk selanjutnya diperkuat dan

ditumpangkan kedalam gelombang radio.

1930                    Edwind Howard Armstrong, berhasil menemukan radion

Yang menggunakan Frekuensi Modulasi(FM)

1939                    Zworkyn dengan bantuan Philo Farnsworth berhasil

Menciptakan pesawat televise pertama yang ditunjukan

Kepada umum pada pertemuan World’s Fair.

1939                    untuk pertama kalinya, sebuah pemancar televise

dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Dengan demikian,

dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara

visual.

1940                    Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan

resolusi mencapai 343 garis.

1945                    terdapat stasiun televise dan 8000 pesawat televise

 

1950                    Pesawat televise berwarna mulai diperkenalkan kepada

Public.

1956                    Ampex Corporation berhasil mengembangkan videotape

Sebagai saran yang murah dan efiseien untuk menyimpan

Suara dan gambar program televisi.

1956                    Robert Adler kelahiran Amerika Serikat bersama rekannya

Eugene Polley, menemukan remote control televisi.

1960                    Radio FM baru muncul dikalangan masyarakat.

1960                    hampir seluruh program yang pada awalnya disiarkan

Secara langsung, diubah dan disimpan dalam videotape.

1962                    Televisi Republik Indonesia (TVRI) lahir dan untuk

pertama kalinya beroperasi.

1963                    TVRI mulai menayangkan iklan seiring dengan

ditetapkannya TVRI sebagai televisi berbadan hukum

yayasan melalui keputusan presiden RI nomer 215 tahun

1963.

1981                    dengan berbagai alasan politis TVRI tidak diijinkan lagi

menayangkan iklan.

1988                    TVRI mulai mendapat teman dalam penyiaran di

Indonesia. Pemerintah telah mulai mengijinkan televisi

swasta beroperasi di Indonesia, RCTI

1989                    Munculnya stasiun swasta SCTV.

1990                    Munculnya stasiun swasta TPI.

1993                    Munculnya stasiun swasta ANTV.

1995                    Munculnya stasiun swasta INDOSIAR.

 

 

SUMBER REFRENSI

 

Memahami Ilmu Digesting, yang paling sederhana, adalah memahami bagaimana sistem pencernaan di dalam tubuh kita bekerja ketika ada makanan yang masuk ke dalam tubuh kita tersebut. Secara harfiah, “digesting” memang bermakna “mencerna”. Lewat beberapa jenis usus dan juga zat-zat yang ada di dalam tubuh, makanan yang masuk ke dalam tubuh kita, dicerna untuk diserap manfaatnya dan dibuang sampah atau hal-hal yang tidak bermanfaatnya.

Bahkan sebelum makanan itu masuk ke dalam tubuh lewat kerongkongan, makanan itu mengalami proses awal pencernaan dengan cara dihaluskan (oleh pelbagai jenis gigi) dan juga pelbagai zat yang diproduksi oleh mulut (salah satu zat yang paling penting, antara lain, adalah enzim). Ada kemungkinan besar lidah, sebagai alat pengecap (untuk keperluan mencicipi), juga berperan penting dalam proses pra-pencernaan tersebut.

Apabila demikian kompleks sebuah makanan diserap manfaatnya oleh tubuh, kita dapat membayangkan bagaimana benak (pikiran)/otak atau mind/brain mencerna informasi yang masuk ke dalam diri kita. Ilmu Digesting adalah ilmu yang menjadikan seseorang yang menguasai ilmu tersebut dapat menyerap pelbagai “vitamin” informasi yang masuk ke dalam diri kita. Informasi yang bermanfaat kita gunakan untuk menumbuhkembangkan diri dan yang tidak bermanfaat kita buang.

Kita, sebagai manusia, tumbuh dan berkembang lewat kegiatan belajar. Hakikat belajar adalah menjadikan mind/brain senantiasa aktif mengolah—tepatnya mencerna—sesuatu yang masuk ke dalam diri. Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan menyehatkan fisik kita; sementara informasi yang masuk ke dalam pikiran akan menyehatkan nonfisik (ruhani) kita. Tentu saja semua yang masuk ke dalam diri kita itu akan bermanfaat apabila berhasil kita digest..

Betapa bermanfaatnya Ilmu Digesting itu. Beberapa manfaat Ilmu Digesting, antara lain, pertama, ilmu ini akan membantu setiap orang untuk “menggerakkan” pikirannya. Pikiran yang mati adalah pikiran yang tak lagi mampu mencerna dengan baik. Pikiran tersebut pasif dan hanya menerima apa yang masuk ke dalamnya. Belajar adalah menjadikan pikiran terus hidup (bergerak) sehingga diri (yang memiliki pikiran yang hidup itu) dapat tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Kedua, ilmu ini juga akan menjadikan setiap orang dapat menjalani sebuah kehidupan yang bermakna. Kehidupan yang bermakna adalah kehidupan yang terus berubah lebih baik dari hari ke hari. Kehidupan yang bermakna adalah juga kehidupan yang tidak monoton dan tidak membosankan. Dan kehidupan yang bermakna adalah kehidupan yang tidak hampa, tidak sia-sia, serta tidak kering.  Ilmu Digesting akan membantu setiap orang untuk menemukan momen-momen kehidupan yang sangat mengesankan.

Bagaimana caranya menjadi ilmuwan digesting yang baik?[]

Berikut, saya akan menceritakan hal menarik, yang terdapat dalam cerpen yang berjudul “Rokhmat” karya Hernowo, yang bisa saya jadikan pelajaran.

Dalam cerpen ini, menceritakan, seorang guru bahasa Indonesia yang bernama Rokhmat.

Beliau berusia empat puluh tahun, lahir di Kutoarjo, Jawa Tengah dan sudah hampir lima tahun mengajar di sebuah sekolah menengah atas.

Rahmat menjadi guru, berawal dari permintaan Pak Rawit dan perasaan Rakhmat untuk membantu mewujudkan keinginan Pak Rawit. Pak rawit adalah sahabat rakhmat sejak kecil, yang kebetulan kepala sekolah disebuah sekolah menengah atas. Keinginan Pak Rawit adalah menjadikan mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran yang bergengsi.

Walaupun pada awalnya Rakhmat belum pernah melakukan kegiatan dikelas, namun karena keinginan kuatnya untuk membantu sahabat kecilnya itu, akhirnya Rakhmat memutuskan untuk menjadi guru.

Memang menarik sekali, dari niat baik untuk membantu, akhirnya bisa ditekuni dengan baik.

Buktinya bisa saya liat, Rakhmat yang pada awalnya tidak pernah melakukan kegiatan dikelas, namun bisa bertahan menjadi guru hampir lima tahun. Dari cerita ini bisa kita ambil hikmahnya, apapun pekerjaannya, seberat apapun, kalau diawali dengan niat baik pasti berakhir baik.

Berikut cuplikan lain yang bisa dijadikan pelajaran, cuplikan ini berasal dari mimpi rakhmat saat mengingat kembali masa-masa awal mengajar, “Selain ada makna yang dirumuskan oleh kamus-kamus bahasa, ternyata ada makna yang dapat dihayati oleh seseorang, ………. Hanya, makna kedua, makna yang dihayati, biasanya terkait dari kehidupan yang luas. Makna ini lebih dalam dan kaya.”

Memang secara tidak disadari, banyak sekali makna-makna lain yang banyak mengandung arti, namun tidak terdapat dalam kamus. Rokhmat menceritakan tentang arti namanya, begitu sangat mendalam, walaupun pada kenyataannya kata “Rokmat” tidak terdapat dalam kamus. Memang seharusnya seseorang mengetahui arti namanya masing-masing, karena setiap orang tua pasti memberikan nama dengan makna dan sejarahnya. Kenapa harus tau maknanya, dan apa gunanya setelah mengetahui?.

Ya, itu pertanyaan yang pada awalnya saya tanyakan pada diri sendiri. Hingga pada akhirnya saya menemukan jawaban, setelah saya mengetahui arti nama saya.

Guna dari mengetahui makna nama sendiri adalah saya mendapatkan motivasi baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dan berikut kata-kata Rokhmat untuk para siswa, yang tentunya bisa dijadikan pelajaran lainnya. “Anak-anaku, meskipun kelak kalian menjadi orang sukses, berpangkat, dan kaya raya, ingatlah tentang bahasa yang kalian gunakan. Apabila bahasa yang kalian gunakan berantakan dan kasar, niscahya kesuksesan, pangkat, dan kekayaan kalian tidak dapat menolong kalian untuk meraih derajat yang tinggi”.  Cuplikan cerita ini menginggatkan saya akan keadaan anak-anak muda sekarang, yang sudah tidak lagi mengindahkan bahasa nasional ataupun bahasa daerahnya. Lambat laun bahasa sendiri mulai dihilangkan, digantikan dengan bahasa-bahasa baru, atau yang kita kenal bahasa alay, ataupun dalam bahasa tulisan bisa kita lihat dari pembuatan bahasa-bahasa baru, bahasa singkatan, variasi dengan angka, dan ada variasi dengan symbol-simbol. Apa jadinya, kalau keadaan terus seperti ini. Mungkin bisa seperti yang dikatakan oleh Rokhmat dalam cerpennya, kesusksesan, pangkat, dan kekayaan tidak akan menolong, dalam arti lain tidak akan mendapatkan yang baik. Bagaimana kita mendapatkan hal baik, kalau bahasa sendiri saja tidak dicintai?. Oleh sebab itu, mari kita olah kembali bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari.

Hasil digesting artikel Reynald Kasali, judul Kurikulum “Berpikir” 2013

Oleh : Hendra Permana

 

Keadaan pendidikan Indonesia patut kita perhatikan. Tidak dipungkiri, mungkin dibeberapa wilayah Indonesia, pendidikan masih merupakan sesuatu yang mahal, bahkan tidak ditemukan. Padahal kita semua tahu, kemajuan suatu Negara ditentukan oleh kualitas pendidikan – yang menciptakan sumber daya manusia yang mampunyai daya saing dan pemikiranan tinggi.

Berikut mungkin akan menjadi sala satu artikel yang bisa dijadikan inspirasi perubahan, artikel ini berjudul Kurikulum “Berpikir” 2013 yang dibuat oleh Rhenald kasali. Dari artikel itu saya menemukan beberapa hal penting yang ingin saya bahas dalam artikel saya ini. Yang pertama dalam artikel tersebut mengatakan “…pendidik yang baik harus cekatan melayani diskusi, bukan meringkas isi buku.”, dari rangkaian beberapa kata tersebut saya langsung berpikir, melayani diskusi?, ini yang berarti siswa atau mahasiswa yang meminta diskusi. Kebiasaan yang mungkin sulit ditemukan di negara ini, tidak bisa kita tutupi kan?, jangankan meminta diskusi, andaikan ada ajang atau momen diskusi saja, terkadang siswa malah menghindar atau terdiam seribu bahasa tanpa ada rasa ingin peduli. Jadi sebelumnya langkah yang harus dipikirkan untuk mendapatkan perubahan pendidikan, kita harus merubah pola pikir siswa atau mahasiswa sendiri. Dari siswa atau mahasiswa yang tidak peduli diskusi menjadi gemar berdiskusi, untuk mendapatkan pola pikir tersebut, siswa atau mahasiwa harus dilatih gemar membaca mulai pendidikan di TK hingga di perguruan tinggi, dari kegemaran membaca siswa atau mahasiswa pastilah mempunyai banyak pengetahuan atau ilmu-ilmu yang perlu di olah, dalam pengolahannya peran pendidik pastilah diperlukan. Nah, salasatu ajang untuk mengolah dan saling bertukar pikiran yaitu dengan berdiskusi. Karena ilmu yang banyak dipunya oleh siswa atau mahasiswa sendiri, pastilah keingin untuk selalu berdiskusi akan muncul pada pribadi mereka sendiri. Jadi kesimpulan dalam poin ini, untuk menciptakan siswa atau mahasiswa yang gemar berdiskusi, rasa senang dalam membaca harus ditanamkan terlebih dahulu.

“Daya keritis tidak diberi ruang, pertanyaan-pertanyaan penting yang diperlukan manusia untuk bernalar dimatikan sedari muda” artkel dari Rhenald kasali mengatakan begitu, tentang keadaan pendidikan di Negara kita ini. Memang saya berpikir begitu pula. Masih banyak pendidik-pendidik yang terpacu oleh satu buku, sehingga mereka terkadang takut menghadapi suatu pertanyaan yang akan dilontarkan oleh siswa atau mahasiswanya. Dari keadaan tersebut dari beberapa pendidikan sekolah munculah metode keledai yang saharusnya, berani untuk dihilangkan. “Sekolahnya menghafal tanpa berani berbuat, apalagi menyatakan identitas diri atau berpikir”, Kalau di artikel Rhenald kasali metode itu disebutkan begitu. Jadi setelah siswa atau mahasiswa sudah mempunyai perubahan, seharusnya diberikan jalan. Untuk mendapatkan jalan pendidikpun harus berani merubah pola pikirnya sendiri untuk mencari pengetahuan, misalnya dari banyak buku, tidak hanya satu buku. Kalau sudah diterapkan rasa takut mendapatkan pertanyaan kritis dari siswa atau mahasiswa, pastilah akan hilang, karena pendidik sudah merasa percaya diri, dari ilmunya yang sudah banyak didapatkan dari banyak buku.

Saat itulah timbal balik mungkin akan dirasakan secara nyata, siswa dan mahasiswa kritis yang gemar berdiskusi, dan pendidik yang memeberikan jalan siswa atau mahasiswa untuk berpikir kritis, dengan ilmunya yang melimpah dari buku-buku yang telah dibaca. Setelah keadaan begitu, mungkin tidak ada lagi tradisi keledai (teradisi menghafal), tetapi yang ada tradisi mengeksplorasi. Kita tidak akan lagi menjadi Negara penikmat, melainkan pemberi, ataupun bukan lagi penumpang yang hanya mengandalkan karya-karya dari Negara lain yang telah maju, tapi pastilah kita akan menjadi Negara pengemudi yang banyak memberikan karya, karena pada kenyataan kekayaan alam Negara ini sangatlah melimpah untuk di budidayakan. Namun kita juga harus ingat “…., sebagaimana layaknya setiap perubahan, maka tak pernah ada perubahan yang langsung berakhir dengan kesempurnaan”. Itu pesan terakhir yang bisa ambil dari artikel Rheynald kasali yang berjudul Kurikulum “Berpikir” 2013. Walaupun begitu kita harus berani membuat perubahan. Untuk mendapatkan perubahan, saya ingin berpesan, bersemangatlah untuk membaca, karena dengan membaca perubahan akan terwujud. Optimislah Indonesia akan maju ditangan generasi-generasi muda sekarang, dan berikutnya.