Renungan Nasehat Cerpen “Rakhmat”

Posted: April 26, 2013 in Artikel
Tag:, , , , , , , ,

Berikut, saya akan menceritakan hal menarik, yang terdapat dalam cerpen yang berjudul “Rokhmat” karya Hernowo, yang bisa saya jadikan pelajaran.

Dalam cerpen ini, menceritakan, seorang guru bahasa Indonesia yang bernama Rokhmat.

Beliau berusia empat puluh tahun, lahir di Kutoarjo, Jawa Tengah dan sudah hampir lima tahun mengajar di sebuah sekolah menengah atas.

Rahmat menjadi guru, berawal dari permintaan Pak Rawit dan perasaan Rakhmat untuk membantu mewujudkan keinginan Pak Rawit. Pak rawit adalah sahabat rakhmat sejak kecil, yang kebetulan kepala sekolah disebuah sekolah menengah atas. Keinginan Pak Rawit adalah menjadikan mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran yang bergengsi.

Walaupun pada awalnya Rakhmat belum pernah melakukan kegiatan dikelas, namun karena keinginan kuatnya untuk membantu sahabat kecilnya itu, akhirnya Rakhmat memutuskan untuk menjadi guru.

Memang menarik sekali, dari niat baik untuk membantu, akhirnya bisa ditekuni dengan baik.

Buktinya bisa saya liat, Rakhmat yang pada awalnya tidak pernah melakukan kegiatan dikelas, namun bisa bertahan menjadi guru hampir lima tahun. Dari cerita ini bisa kita ambil hikmahnya, apapun pekerjaannya, seberat apapun, kalau diawali dengan niat baik pasti berakhir baik.

Berikut cuplikan lain yang bisa dijadikan pelajaran, cuplikan ini berasal dari mimpi rakhmat saat mengingat kembali masa-masa awal mengajar, “Selain ada makna yang dirumuskan oleh kamus-kamus bahasa, ternyata ada makna yang dapat dihayati oleh seseorang, ………. Hanya, makna kedua, makna yang dihayati, biasanya terkait dari kehidupan yang luas. Makna ini lebih dalam dan kaya.”

Memang secara tidak disadari, banyak sekali makna-makna lain yang banyak mengandung arti, namun tidak terdapat dalam kamus. Rokhmat menceritakan tentang arti namanya, begitu sangat mendalam, walaupun pada kenyataannya kata “Rokmat” tidak terdapat dalam kamus. Memang seharusnya seseorang mengetahui arti namanya masing-masing, karena setiap orang tua pasti memberikan nama dengan makna dan sejarahnya. Kenapa harus tau maknanya, dan apa gunanya setelah mengetahui?.

Ya, itu pertanyaan yang pada awalnya saya tanyakan pada diri sendiri. Hingga pada akhirnya saya menemukan jawaban, setelah saya mengetahui arti nama saya.

Guna dari mengetahui makna nama sendiri adalah saya mendapatkan motivasi baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dan berikut kata-kata Rokhmat untuk para siswa, yang tentunya bisa dijadikan pelajaran lainnya. “Anak-anaku, meskipun kelak kalian menjadi orang sukses, berpangkat, dan kaya raya, ingatlah tentang bahasa yang kalian gunakan. Apabila bahasa yang kalian gunakan berantakan dan kasar, niscahya kesuksesan, pangkat, dan kekayaan kalian tidak dapat menolong kalian untuk meraih derajat yang tinggi”.  Cuplikan cerita ini menginggatkan saya akan keadaan anak-anak muda sekarang, yang sudah tidak lagi mengindahkan bahasa nasional ataupun bahasa daerahnya. Lambat laun bahasa sendiri mulai dihilangkan, digantikan dengan bahasa-bahasa baru, atau yang kita kenal bahasa alay, ataupun dalam bahasa tulisan bisa kita lihat dari pembuatan bahasa-bahasa baru, bahasa singkatan, variasi dengan angka, dan ada variasi dengan symbol-simbol. Apa jadinya, kalau keadaan terus seperti ini. Mungkin bisa seperti yang dikatakan oleh Rokhmat dalam cerpennya, kesusksesan, pangkat, dan kekayaan tidak akan menolong, dalam arti lain tidak akan mendapatkan yang baik. Bagaimana kita mendapatkan hal baik, kalau bahasa sendiri saja tidak dicintai?. Oleh sebab itu, mari kita olah kembali bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s